Selasa, 19 Agustus 2014

LOLIPOP RASA

Aku tau lelaki itu. Lelaki yang pernah ku lihat tempo hari saat pesta ulang tahun nindi. Tapi aku tak kenal. Hanya sebatas tau. Itu dulu!
Sekarang aku sudah kenal. Baik menurutku wataknya. Cukup menyenangkan. Tak butuh waktu lama untuk dekat. Ia bak seorang malaikat berparas Jawa yang manis , hampir sama manisnya dengan gula jawa kupikir! Gila! Memuji lelaki itu membuatku lupa diri.
"Hari ini kau ada rencana?"  ia tiba-tiba muncul tepat di depan wajah ku saat sedang seriusnya aku membaca novel. "AHH Apa maunya lelaki ini? Muncul-muncul bak hantu siang bolong!" aku bergumam marah karena ia mengangguku. "Kau tak lihat kalau aku sedang serius? Hah? " . "Alah tak usahlah marah-marah.  Lagi pula siapa suruh kau serius tuan putri?" Jawabnya lalu menjitak kepalaku. "Ah kebiasaan!" . "Sudah jangan marah terus. Sebagai gantinya,  bagaimana kalau nanti aku traktir?" ."Baiklah! Kau memang tau kalau aku lapar! Tapi ingat, jam 5 sore kita harus pulang! " ucapku sambil memasang muka melas. "iya iya!".
"Kau sering kesini?" Aku membuka pembicaraan. "Ya! Ini salah satu tempat kesukaan ku. Kau suka?" Ia menaik-naikkan alis nya pertanda untuk disetujui. "Hem" balasku singkat, ia tersenyum bangga. Aihh!!!

  Senja hari ini tak indah. Ah rupanya aku sudah lumayan lama berada disini. Menunggu senja yang selalu membuat pikiran ku jernih. Entah mengapa senja bisa sehebat itu! Ia bisa membuatku lupa akan kekacauan dan kekesalan hari-hariku seketika hanya dengan panoramanya yang menakjubkan. Kuraih kamera yang sedari tadi menemaniku, ternyata sudah lengkap dengan bidikan-bidikan tentang senja hari ini. Cukup rasanya untuk hari ini. Esok kan ku tunggu lagi senjaku.

Drrtttt...Drrrtt..Drrrtt..Drttt..
Terasa HandPhone ku bergetar disaku. Kuraih dan ku lihat nama yang tertera. MAVI.  "Mavi? Ada apa malam-malam begini menelpon?" Tanyaku dalam hati. "Ya vi, ada apa?". "Besok kau ada kegiatan?" "Sepertinya..." Belum kuselesaikan kata-kataku, ia sudah menerobos. "Besok tolong temani ketoko buku ya ra. Aku jemput besok. Sudah dulu ya, jangan lupa besok aku jempu. Dahh" "ehh tapi vi..." --tuuttt tuutt tuutt -terputus- Ahh! Main tutup saja si Mavi!

Apalah si Mavi ini! Kalau saja orang lain, sudah ku jitak dia.
 Mana hari ini seharusnya tugas indivu selesai sudah. Aih Mavii macak tak mengerti -_-.
Satu jam Kemudian Mavi sudah tiba didepan rumah. Dasar memang anak itu suka cepat-cepat. "Mau beli buku apa?" Tanyaku agak sedikit malas saat masuk mobilnya. "Ada buku itu pokoknya. Temani dulu lah. Ya yaa?" Mavi mencoba membujukku. "Ya ya ya. Satu jam! Tak lebih!" Balasku cepat. Ia mengangguk tersenyum.

Mavi terlihat berkeliling ditoko buku. Aku masih belum tau dia hendak membeli buku apa. "Ah terserahlah! Yang penting ia tak lama dan tak membuatku menunggu lama kali ini" batinku. Sembari menunggu Mavi menemukan buku yang hendak dibelinya, aku meraih HandPhoneKu dan segera mengakses akun twitter yang ku miliki. * @SuryaRMA * tiba-tiba jari-jemariku mengetik nama itu di kolom pencarian. Ya itu adalah nama akun Surya si makhluk iseng didunia. Entah kenapa aku melakukan ini, otakku sudah error barangkali. Tak ada angin tak ada hujan, tiba-tiba aku men-Stalk akunnya. Lebih parah lagi aku juga mengutak-atik isi akun tersebut. Kalau bahasa anak muda zaman sekarang, itu biasa disebut kepo. Ya kepo! Aiihh sudah gila rasanya aku ini! Ku letakkan HandPhoneku dan ku tuntun kepalaku untuk segera diturunkan diatas meja dengan kedua tangan dibelakangnya. Mataku terpejam.
Tak lama setelah menemani Mavi mencari  buku. Ya mencari, bukan membeli. Belum ketemu katanya. Ia membuat ku kesal. Baik tak apa! Sekarang aku harus mengerjakan tugas individuku. Lumayan banyak. Tapi sudah kuselesaikan sedikit. Hanya beberapa jam tugas pun selesai sudah. Selesai sudah kelelahan hari ini. Seperti biasa, aku akan pergi ke tempat dimana aku bisa melihat sesuatu yang  dapat menghilangkan kekesalanku selama seharian. Ya, senja! Aku akan melihatnya lagi hari ini.

(Cont.)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar