Senin, 01 Desember 2014

Kota impian

Setiap orang pasti memiliki tempat ataupun kota idaman yang ingin mereka kunjungi. Bahkan sangat ingin. Saya yakin itu. Tak terkecuali saya. Ya, saya juga memiliki impian itu. Impian sederhana yang menurut saya luar biasa.
Tidak terlalu jauh. Tidak begitu besar. Namun perjuangan untuk kesana tidak bisa dibilang "mudah".
kota yang sarat dengan budaya, culture yang begitu luar biasa membuat saya terpikat. Kota yang dijuluki sebagai kota pelajar di negara ini.  YOGYAKARTA.
Entah kenapa begitu antusiasnya diri ini dengan Yogyakarta. Semua yang berhubungan dengan kota itu tak luput dari perhatian saya. Terkadang saya heran sendiri melihatnya. Padahal saya belum pernah menginjakkan kaki disana. Bahkan keluarga yang disana pun belum pernah saya menemuinya.
Namun kota itu memiliki "karisma" tersendiri bagi saya. Entah apa. Tak bisa dijelaskan.
Banyak mimpi - mimpi yang ingin saya wujudkan disana. Kuliah salah satunya. Betapa ingin saya bersekolah disana. Dikota yang penuh kedamaian itu. Ingin rasanya menaiki sepeda onthel, membatik, main wayang, menari dan masih banyak budaya serta keindahan lain nya yang ingin saya ketahui.
Rasanya sangat senang sekali melihat orang-orang yang berada disana. Waktu malam menjelang mereka keluar sejenak untuk menikmati suasana malam Yogya,  makan bersama di sekitar alun-alun atau tempat wisata lainnya. Mencoba berbagai kegiatan disana dan melihat komunitas-komunitas "keren" disana.
Ingin rasanya seperti itu.

Yogyakarta,  kota impian yang sederhana. Tahun depan saya bisa pergi dari daerah sini. Ya maksud saya, keluar sejenak untuk mencari cerita baru diluar. Yogyakarta sudah menduduki posisi pertama dalam peta konsep perjalanan. Tak lain itu telah menjadi agenda wajib yang harus dipenuhi. Tetapi pertanyaan nya sekarang ialah, mampukah saya terbang kesana? Sekedar menginjakkan kaki mungkin? Atau Untuk sekedar menatap sebentar keindahan kota itu?  Susah!
Menyakinkan orang tua pun sangat susah rasanya. Banyak faktor yang menghimpit. Dana,letak dan mungkin faktor lain yang bisa datang tiba-tiba.

Sebegitu susahkan mewujudkan sebuah impian? Saya rasa banyak orang-orang diluar sana yang mimpinya lebih jauh dari saya. Saya hanya ingin ke sana. Jikalau tak bisa untuk belajar, setidaknya bisa kesana Sebentar saja.
Semoga tahun depan bisa menjadi tahun yang indah. Bisa melihat keindahan Yogyakarta didepan mata.  Mewujudkan mimpi sederhana yang luar biasa. Yogyakarta, kota impian ♥
Aamiin ya rabb.. 

18  Yogyakarta

Minggu, 16 November 2014

Tak ada rasa sayang yang bisu

Ketika kita merasa ada yang berbeda dalam persahabatan.
Kita harus berani mengambil sikap.
Ungkapkan atau simpan.
Ketika menyadari cinta itu ada, logika dan komitmen tidak bisa melawan.
Lebih mudah menemukan cinta dari pada mencari cinta.
Pada akhirnya rasa sayang tak bisa ditutupi.
Tak ada rasa sayang yang bisu.

#FoundLove

Puisi kertas

Entah ada apa dengan ketiga puisi ini hingga memiliki awal kata yang sama. Kau.
Ini puisi yang saya buat. Pendek memang. Ya, namanya belajar☺


  

Puisi I
                  SAJAK MU
Kau permata jiwa
Alih mengalih pandangan nyata
Kau adalah berlian dalam tantangan penuh kesan menggerakkan

Rintik derai mulai menghujam
Kau kumpulkan bisikan kejam
Tak izinkan menjamahi
Biar waktu yang menyikapi

Sajak tertulis mendengar desah
kau lewati padang resah
Mengenang manis untaian kata
Takkan bisa menggertakkan rasa


Puisi II
                    KAU SENJA
kau senja..
Oranye itu mendominasi
Hitam putih telah terlewati
Menyongsong cahaya abadi

Kau senja..
Tak perduli teriakan mimpi
Bisikan sepi yang meracuni
Kasih sunyi yang terjamahi

Kau senja..
Ribuan warna mengelilingi
Tak ada kisah terlewati
Raih cahaya yang tertinggi

Kau senja..
Lenyap hitam bersama sunyi
Hadir kasih penuh arti
Meraih kisah dalam mimpi



Puisi III
                        OASE
kau..
Kelam kerinduan menjamahi
Kau..
Rasa mati menepi sunyi. Sunyi
Sunyi kasih kasih ternanti

Angin itu t'lah menyapa
Menaburkan oase yang sempurna
Sentak hati merapuh
Merapuh duka yang terbuka

Bukan!
ini bukan fatamorgana
fatamorgana cinta yang sudah
Kau lihat?
sudut buta t'lah terjamah
Bukan kata tak mampu bicara
Hanya perangai rasa tak berjiwa
Oase itu..
Oase rasa tak terjamah

Enough!

Dunia ini tidak kecil! Benarkan?
banyak tempat berbeda yang bisa kita huni. Banyak tempat yang bisa kita singgahi. Tak perlu sama, karena banyak pilihan!
apa semua serumit ini? Rasanya semua hanya kebetulan!
Tapi aku tak sependapat. Tak ada yang kebetulan. Semua sudah ditakdirkan!
Jikalau hanya sama sama mengenal lumrah rasanya. Tapi masalah dan  pertanyaannya adalah kenapa harus sama  berikatan?  Seharusnya kah? Kenapa kita bersinggungan? Bahkan cerita yang ku baca pun menyerupa cerita nyata ini! Aku tidak pernah mengarang ini.
Tak ada pemeran lain kah yang bisa diajak bermain? Mungkin masing individu kita tak mengetahui dan  memahami ini sama sekali. Tapi tidak denganku. Aku mengamatinya. Lama.

Berkaitan dalam hal seperti ini tak usah!
Takut menjadi bumerang. Aku tak mau bermain main. Cukup sering "kalah" dan menyerah!
Kalian tau itu.  Karena ini keras. Karena ini sulit!

There is no a reason anymore.
enough!

Sabtu, 04 Oktober 2014

Jalan kedewasaan

Terkadang kehidupan ini memang sangat "rumit" sekali. Banyak permasalah yang silih berganti tak henti-henti.
Kau tau? Jalan kita tak pernah sama. Ada yang tak perlu jalan berlika-liku ,ada pula yang perlu melewati jalan berlika-liku bahkan penuh dengan ganjaran yang tak usai.
Tuhan.
Ya, Ia lah yang telah mengatur semuanya. Semua permasalahan yang kita hadapi, semua kesusahan yang telah kita jalani, semua itu hadiah dari-Nya.
Tuhan memberi permasalahan yang besar,bahkan amat besar. tapi Tuhan, tuhan memberi kemudahan atas semua permasalahan itu. Ia ingin melihat seberapa teguh keimanan kita, ia ingin menguji hambanya yang beriman.
Tuhan selalu adil. Ia tidak memberi permasalahan yang amat besar kepada umatnya yang lemah. Ia juga tidak pilih kasih. Semua hamba-Nya ia beri kasih sayang. Hanya terkadang hamba-Nya lah yang tak mengindahkah.
Dan hadiah Tuhan itu, jalan kedewasaan. 

Sabtu, 23 Agustus 2014

Surat untuk Cinta

Salam cinta...
apa kabar kau? masih baik-baik sajakah saat ini? atau kau mulai letih sekarang?

cinta..
kau tau? kau dipuja-puja diluar sana.
mereka semua membicarakan engkau.
ada yang dengan bangganya memuji,
dan ada pula yang seenaknya membicarakan engkau.

cinta.. 
aku masih belum paham betul dengan kau.
kau selalu hadir dengan bermacam cara,bentuk,bahkan dengan rasa yang berbeda pula.
apa kau tak sendirian? apa kau memiliki kawanan? entahlah!

cinta..
kau punya sejuta cara untuk memberi kesan terbaik.
tapi, terkadang kau salah posisi. 
salah terhadap mereka yang tak membetulkan kau.
salah terhadap rasa yang kau bubuhkan.

cinta..
apa kau tak pernah bosan?
kau selalu datang dalam kehidupan
apa kau tak pernah bosan?
kau dicaci maki karena kebaikanmu
dan apa kau tak pernah takut?
kau harus melanglang buana kesana kemari.
bahkan, kau hampir "membunuh" mereka yang mengatas namakan engkau.

cinta..
aku tau. Aku tau kau berhati berlian.
kau disanjung karena kau berada ditempat yang benar
kau dieluh-eluhkan karena kau membuat mereka bahagia.
kau tak ubahnya "semangat" petir 
bahkan, kau mampu merubah hitam menjadi putih
kau mampu merubah pahit menjadi manis
kau mampu membuat benci menjadi suka
dan kau juga mampu menciptakan keberanian,kejujuran,kesetiaan,dan kebijaksanaan.

cinta..
kau tau?  ada yang berkata seperti ini
"kau layaknya kekuatan yang menyongsongku dari belakang"
itu membuktikan bahwa kau begitu luar biasa
walau itu terucap dalam dokumentasi sebuah film,
tapi aku yakin benar bahwa itu telah dan akan terjadi
kau adalah hal kecil yang besar

cinta..
sekarang aku ingin mengucapkan terimakasih pada kau
terimakasih karena kau telah ada disini
dihati ini.
terimakasih karena kau memberi banyak cerita
walau waktu ini tak kurasa benar,
tapi ku yakin waktu nanti akan benar
ini hanya masalah waktu saja.
aku akan memperbaiki rasa dahulu
kelak akan ku susun, dan ku tempatkan bersama kau
kau akan berada diposisi yang tepat, dan
aku takkan menyalahkan mu.
kau anugerah luar biasa yang Tuhan beri.

salam cinta..
sampai bertemu waktu nanti

Selasa, 19 Agustus 2014

LOLIPOP RASA

Aku tau lelaki itu. Lelaki yang pernah ku lihat tempo hari saat pesta ulang tahun nindi. Tapi aku tak kenal. Hanya sebatas tau. Itu dulu!
Sekarang aku sudah kenal. Baik menurutku wataknya. Cukup menyenangkan. Tak butuh waktu lama untuk dekat. Ia bak seorang malaikat berparas Jawa yang manis , hampir sama manisnya dengan gula jawa kupikir! Gila! Memuji lelaki itu membuatku lupa diri.
"Hari ini kau ada rencana?"  ia tiba-tiba muncul tepat di depan wajah ku saat sedang seriusnya aku membaca novel. "AHH Apa maunya lelaki ini? Muncul-muncul bak hantu siang bolong!" aku bergumam marah karena ia mengangguku. "Kau tak lihat kalau aku sedang serius? Hah? " . "Alah tak usahlah marah-marah.  Lagi pula siapa suruh kau serius tuan putri?" Jawabnya lalu menjitak kepalaku. "Ah kebiasaan!" . "Sudah jangan marah terus. Sebagai gantinya,  bagaimana kalau nanti aku traktir?" ."Baiklah! Kau memang tau kalau aku lapar! Tapi ingat, jam 5 sore kita harus pulang! " ucapku sambil memasang muka melas. "iya iya!".
"Kau sering kesini?" Aku membuka pembicaraan. "Ya! Ini salah satu tempat kesukaan ku. Kau suka?" Ia menaik-naikkan alis nya pertanda untuk disetujui. "Hem" balasku singkat, ia tersenyum bangga. Aihh!!!

  Senja hari ini tak indah. Ah rupanya aku sudah lumayan lama berada disini. Menunggu senja yang selalu membuat pikiran ku jernih. Entah mengapa senja bisa sehebat itu! Ia bisa membuatku lupa akan kekacauan dan kekesalan hari-hariku seketika hanya dengan panoramanya yang menakjubkan. Kuraih kamera yang sedari tadi menemaniku, ternyata sudah lengkap dengan bidikan-bidikan tentang senja hari ini. Cukup rasanya untuk hari ini. Esok kan ku tunggu lagi senjaku.

Drrtttt...Drrrtt..Drrrtt..Drttt..
Terasa HandPhone ku bergetar disaku. Kuraih dan ku lihat nama yang tertera. MAVI.  "Mavi? Ada apa malam-malam begini menelpon?" Tanyaku dalam hati. "Ya vi, ada apa?". "Besok kau ada kegiatan?" "Sepertinya..." Belum kuselesaikan kata-kataku, ia sudah menerobos. "Besok tolong temani ketoko buku ya ra. Aku jemput besok. Sudah dulu ya, jangan lupa besok aku jempu. Dahh" "ehh tapi vi..." --tuuttt tuutt tuutt -terputus- Ahh! Main tutup saja si Mavi!

Apalah si Mavi ini! Kalau saja orang lain, sudah ku jitak dia.
 Mana hari ini seharusnya tugas indivu selesai sudah. Aih Mavii macak tak mengerti -_-.
Satu jam Kemudian Mavi sudah tiba didepan rumah. Dasar memang anak itu suka cepat-cepat. "Mau beli buku apa?" Tanyaku agak sedikit malas saat masuk mobilnya. "Ada buku itu pokoknya. Temani dulu lah. Ya yaa?" Mavi mencoba membujukku. "Ya ya ya. Satu jam! Tak lebih!" Balasku cepat. Ia mengangguk tersenyum.

Mavi terlihat berkeliling ditoko buku. Aku masih belum tau dia hendak membeli buku apa. "Ah terserahlah! Yang penting ia tak lama dan tak membuatku menunggu lama kali ini" batinku. Sembari menunggu Mavi menemukan buku yang hendak dibelinya, aku meraih HandPhoneKu dan segera mengakses akun twitter yang ku miliki. * @SuryaRMA * tiba-tiba jari-jemariku mengetik nama itu di kolom pencarian. Ya itu adalah nama akun Surya si makhluk iseng didunia. Entah kenapa aku melakukan ini, otakku sudah error barangkali. Tak ada angin tak ada hujan, tiba-tiba aku men-Stalk akunnya. Lebih parah lagi aku juga mengutak-atik isi akun tersebut. Kalau bahasa anak muda zaman sekarang, itu biasa disebut kepo. Ya kepo! Aiihh sudah gila rasanya aku ini! Ku letakkan HandPhoneku dan ku tuntun kepalaku untuk segera diturunkan diatas meja dengan kedua tangan dibelakangnya. Mataku terpejam.
Tak lama setelah menemani Mavi mencari  buku. Ya mencari, bukan membeli. Belum ketemu katanya. Ia membuat ku kesal. Baik tak apa! Sekarang aku harus mengerjakan tugas individuku. Lumayan banyak. Tapi sudah kuselesaikan sedikit. Hanya beberapa jam tugas pun selesai sudah. Selesai sudah kelelahan hari ini. Seperti biasa, aku akan pergi ke tempat dimana aku bisa melihat sesuatu yang  dapat menghilangkan kekesalanku selama seharian. Ya, senja! Aku akan melihatnya lagi hari ini.

(Cont.)